Agen Bandarq Terbaik
Agen Bandarq Terbaik
>

Memberikan ASI Sambil Hisap Sabu-Sabu. Begini Reaksi Netizen Dan Para Dokter



Berita Akurat - Beberapa waktu lalu ditemukan kasus bayi yang positif terkena narkoba karena menyusu pada ibu pengguna sabu. Bagaimana dampaknya pada sang bayi?

dr. Rico N. dari tim Alodokter menjelaskan, bayi yang mendapat paparan narkotika akan cederung sulit naik beratnya, mudah sakit, rewel, dan gelisah. Jika digunakan saat mengandung akan menyebabkan kelahiran prematur dan BBLR (berat badan lahir rendah).

“Itu belum termasuk potensi kerusakan organ seperti hati, ginjal dan sistem saraf pada bayi tersebut,” ujar dr. Rico.




Sabu berisi zat metamphetamin, suatu narkotika yang sangat mudah dikeluarkan walaupun melalui  ASI, bahkan kadarnya 2-3 kali lipat lebih tinggi daripada yang di dalam cairan tubuh ibu sehingga ASI pengguna sabu sangat-sangat berbahaya bagi bayi.

Lebih lanjut, dr. Rico menambahkan, pernah ada laporan kematian bayi yang menyusu pada ibu pemakai sabu. Ibu pengguna narkotika yang menyusui tidak boleh menggunakan sabu-sabu. Di samping itu, sabu juga akan menekan hormon penghasil ASI dan membuat produksi ASI ibu menjadi lebih sedikit atau bahkan lama-lama terhenti. Setelah menggunakan sabu, ASI baru boleh diberikan setelah lebih dari 48-72 jam untuk memastikan tidak ada lagi sabu yang tersekresi/dikeluarkan ke dalam air susu itu.

“Namun, ada baiknya ibu harus berusaha menghentikan pemakaian sabu tersebut. Selama masih memakai, sebaiknya tidak menyusui/memberi ASI karena akan berdampak buruk pada bayi,” tandas nya.

dr. Rico juga menyarankan untuk meminta pertolongan atau berkonsultasi dengan dokter ahli kejiwaan atau psikiater untuk membantu Anda lepas dari ketergantungan itu.

“Selain itu, konsultasi dengan dokter Anak untuk memeriksa kondisi dan perkembangan anak, terutama karena ada riwayat paparan narkotika sabu-sabu. Bahkan, bukan tidak mungkin bayi ikut terkena efek lepas obat (sakaw) saat dihentikan pemberian ASI-nya (sehingga tidak terpapar sabu lagi) dan mungkin memerlukan penanganan khusus,” ujar dokter berkacamata ink.




Sulit untuk memprediksi seperti apa respon bayi saat tidak diberikan ASI (atau saat tidak diberikan sabu lagi, karena terkandung di dalam ASI-nya) sehingga sebaiknya dilakukan di bawah pengawasan profesional.

Selanjutnya, perkembangan bayi perlu dipantau lebih ketat untuk melihat jika ada gangguan atau hambatan pertumbuhan perkembangan yang terjadi akibat hal tersebut.

Dampak narkoba pada bayi akan sangat sulit diprediksi, tetapi bisa berupa menangis terus menerus, iritabel, gelisah/agitasi, yang jelas, bayi akan berperilaku tidak seperti biasanya.


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.