Agen Bandarq Terbaik
Agen Bandarq Terbaik
>

Pesan Keras Duterte Untuk Para Kriminal : Saya Pasti Tembak Kalian Semua

Berita Akurat

Berita Akurat - Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang selama ini terkenal dengan tegas dan dingin terhadap tindak kejahatan terutama Narkoba, kini kembali memperingatkan pada seluruh orang yang melakukan tindak kriminal yang melakukan pemerkosaan, perampokan dan narkoba.

Hal tersebut disampaikan Duterte pada Jumat (20/10) malam seraya mengingatkan bahwa dia bisa saja kembali menugaskan polisi untuk memerangi narkoba. Ini disampaikan menyusul pengumuman Duterte pada 11 Oktober lalu untuk menarik polisi dari perang antinarkoba yang dilancarkannya. Penarikan dilakukan setelah para polisi dituding melakukan pelanggaran HAM dalam pembunuhan ribuan orang selama perang antinarkoba.

Baca Juga : Tantowi Dan Liliyana Harus Behenti Di Semi Final Denmark Open Cup 2017

Duterte menggantikan peran polisi dengan Badan Penegakan Narkoba Filipina (PDEA), yang hanya memiliki sekitar 2 ribu personel, jauh di bawah kepolisian yang memiliki 165 ribu personel.

Duterte telah berulang kali bersikeras bahwa dirinya tak pernah memerintahkan polisi untuk menembak para pemakai narkoba atau tersangka. Namun di lain kesempatan dia juga mengatakan dirinya akan senang untuk membunuh mereka.

Pada Jumat (20/10), Duterte mengatakan dirinya siap untuk membunuh para penjahat, seraya meragukan kemampuan PDEA untuk memerangi narkoba.

"Mereka yang memperkosa anak-anak, yang memperkosa perempuan.... jika kalian tidak menginginkan polisi, saya ada di sini sekarang. Saya akan menembak mereka. Itu benar! Jika tak ada yang berani, saya yang akan menarik pelatuknya," cetus Duterte.

Baca Juga : Wanita Cantik Ini Mendapatkan Akibatnya, Karena Jadi Manusia Terlalu Sombong

Duterte juga mengatakan, dirinya tengah mempertimbangkan untuk mengembalikan polisi ke perang melawan narkoba.

Ketika ditanyai AFP mengenai komentar Duterte tersebut, juru bicara PDEA Derrick Arnold Carreon mengakui bahwa badan tersebut menghadapi perjuangan yang sulit dalam perang melawan narkoba dan siap untuk digantikan oleh polisi.

"Jika presiden memutuskan demikian, kami akan menyambut itu," tandasnya.

Sumber : Detik.com


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.