HEBOH !!! Isi Surat Dari Setya Novanto Malah Buat Malu GOLKAR & DPR

Berita Akurat

Berita Akurat - Setya Novanto yang menjadi Tersangka dalam kasus E-KTP dan menjadi tahanan KPK, memberikan pernyataan melalui surat yang dikirimkan dari dalam tahanan. Bahwa dirinya menunjuk Azis Syamsuddin sebagai Ketum Golarkar yang baru untuk menggantikan dirinya.

Keputusan ini dinilai tidak tepat dan malah memalukan beberapa pihak, banyak yang mempertanyakan apa maksud dari Setya Novanto menunjuk siapa penerus jabatannya itu.

Baca Juga : Begini Cara Fredich Yunadi PROTES keras Panggilan Dadakan dari pihak KPK !!!

Ketua Generasi Muda Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai, surat dari Ketua Umum non-aktif Partai Golkar Setya Novanto membuat malu Golkar dan DPR RI. Surat yang dimaksud Doli Kurnia adalah yang disebut-sebut berisikan penunjukan Azis Syamsuddin sebagai ketua DPR RI menggantikan Setya Novanto.

"Saya dapat informasi soal surat itu dua hari lalu. Menurut saya, itu tindakan yang dilakukan oknum politisi Golkar yang mempermalukan Golkar dan DPR sebagai lembaga yang disorot masyarakat Indonesia," kata Doli kepada wartawan di Hotel Manhattan, Minggu (10/12/2017).

Menurut Doli, DPR sebagai lembaga tinggi negara tak semestinya dikontrol oleh orang dari dalam jeruji besi. Doli juga menyayangkan surat tersebut diterima begitu saja oleh Azis Syamsuddin dan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR Robert Kardinal.

Menurut Doli, surat Novanto tersebut perlu dipermasalahkan sebab tidak ada dasar peraturan partai dan organisasinya.

Baca Juga : Ternyata Pria Yang Menyopiri Setya Novanto Adalah Wartawan Metro TV

"Ini kan enggak pernah ada rapat pleno akhir-akhir ini, enggak pernah ada itu terus bagaimana tiba-tiba ada surat dari Novanto soal penunjukan ketua DPR sebagai penggantinya," kata Doli.

Doli melanjutkan, apabila surat Novanto itu diterima DPR, itu akan memperburuk citra DPR di mata masyarakat Indonesia dan internasional.

"Sekarang tinggal serahkan ke anggota DPR apakah mereka mau mempermalukan lembaga mereka sendiri dengan meloloskan itu dan saya tidak tahu citra DPR di mata publik dan internasional nantinya. Perlu diingat bahwa DPR bukan punya Golkar, jadi tak bisa sewenang-wenang," kata Doli.

Sumber : Kompas.com

Agen Domino

0 komentar