Agen Bandarq Terbaik
Agen Bandarq Terbaik
>

Kerugian Akibat Kemacetan Di DKI Jakarta Tahun 2017 Mencapai 67.5 Triliun Dan Rp 100 Triliun Untuk Jabodetabek

Berita Akurat

Berita Akurat - Kemacetan sudah menjadi hal biasa di Indonesia terutama di DKI Jakarta sebagai ibukota, padatnya lalu lintas dan banyaknya kendaraan pribadi membuat kemacetan bertambah parah semakin hari. Bahkan di Tahun 2017 kerugian karena kemacetan di DKI Jakarta mencapai Rp 67,5 Triliun. Dan untuk kerugian di wilayah Jabodetabek mencapai Rp 100 Triliun.

"Tahun 2017 ini menurut perhitungan Bappenas kerugian khusus di DKI Jakarta saja mencapai Rp 67,5 triliun. Sementara kerugian yang dialami di wilayah Bodetabek mencapai Rp 100 triliun per tahun," ujar Kepala BPTJ Bambang Prihartono, dalam diskusi di Dcost Vip Jl. Abdul Muis, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (3/12/2017).

Baca Juga : Anies Baswedan : DKI Jakarta Akan Susah Antisipasi Masalah Banjir Mulai Januari 2018

Sementara itu, untuk mengurangi kerugian tersebut, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan, bersama pemerintah daerah mempersiapkan berbagai terobosan dan harus dilaksanakan secepatnya.

"Sekarang pemerintah dengan Kemenhub perlu mengangkat terobosan-terobosan pemerintah harus bersama dengan stakeholder, karena ada kewenangan di Pemerintah Daerah sama di Kemenhub, Kemenhub akan berkomunikasi dengan Pemerintah Daerah, Pemda DKI juga harus koordinasi dengan daerah lainnya di fasilitasi oleh Kemenhub BPTJ," imbuhnya.

Jalanan di Jabodetabek didominasi oleh sepeda motor. Sepeda motor yakni sebesar 75%, kendaraan pribadi sebesar 23% dan 2% oleh kendaraan angkutan umum.

"Total pergerakan Jabodetabek di dominasi oleh sepeda motor yakni sebesar 75%, kendaraan pribadi sebesar 23 % dan 2% oleh kendaraan angkutan umum. Hal ini juga dapat berdampak pada perekonomian dan lingkungan juga," imbuhnya.

Baca Juga : Heboh! 2 Mahasiswa Berjalan Dengan Sepatu Roda Sejauh 567 Km Demi Hindari Macet

Karenanya, BPTJ menyiasati kemacetan lalu lintas dengan evaluasi dan melakukan Analisa Dampak Lingkungan (Andalalin) khususnya kemacetan yang disebabkan proyek-proyek Pemerintah seperti MRT dan LRT.

"Jadi semua proyek kita evaluasi, kita lakukan ulang review Andalalin (Analisa Dampak Lingkungan) contohnya proyek MRT segala macam lagi kita review dan kemudian kita beroperasi untuk menyampaikan schedule masing-masing proyek, tapi 2017 akhir ini sudah selesai semua," pungkasnya.

Sumber : Detik.com

Agen Domino

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.