Inilah Pernyataan Ketua DPR RI (Bamsoet), Mengenai Pesawat Jet Pribadi !

Berita Akurat

Berita Akurat - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo atau yang kerap dipanggil dengan Bamsoet menyatakan bahwa Pesawat Jet yang sering dia gunakan dan postingkan di akun Instagramnya adalah milik perusahaan.

"Itu kantor punya. Perusahaan," kata Bamsoet di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/1/2018).

Dia enggan merinci perusahaan apa saja yang dimilikinya. "Bisa di-Google," sebutnya.

Bamsoet risi ditanyai soal kehidupan pribadinya. Dia meminta waktu khusus untuk menjawabnya lebih lanjut.

"Saya kira cukup ya. Saya kalau mau ngomong-ngomong pribadi, nanti aja kita ngomong ajalah," kata Bamsoet seraya tersenyum tipis.

Sebelumnya, nama Bamsoet juga sempat dikait-kaitkan dengan jet pribadi pada 2016. Saat itu mantan Ketua DPR Ade Komarudin (Akom) dilaporkan dengan dugaan gratifikasi karena naik jet pribadi. Ternyata jet tersebut merupakan fasilitas dari Bamsoet, koleganya di Golkar.

Saat itu, Akom ramai dibicarakan. Dia tak menepis dan mengakui memang dirinya menumpang pesawat jet pribadi saat tengah road show dalam rangka Musda SOKSI. Bamsoet menyediakan jet karena dia adalah Waketum SOKSI.

"Disiapkan pesawat oleh Mas Bambang dan saya selalu tanya, 'Mas ini melanggar peraturan nggak?' (Katanya) 'Nggak. Saya (Bamsoet) kan komisaris perusahaan ini.' Dan beliau punya saham. Yang penting buat saya tidak melanggar aturan," jelas Akom pada 23 Februari 2016.

Bamsoet membela Akom mengenai hal tersebut. Dia menegaskan bahwa dirinya merupakan pemegang saham di grup PT Kodeco-Jhonlin, perusahaan jet pribadi yang ditumpangi Akom. Sejak sebelum menjadi anggota DPR, Bamsoet menyebut sudah memiliki saham di perusahaan itu, tepatnya sejak 2005.

"Itu partner saya. Di LHKPN kan ada saya menyebut soal kepemilikan pesawat," tegas Bamsoet kali itu.

Bamsoet sempat kesal atas tuduhan yang dilayangkan kepada Akom. "Kalau kamu ikut saya, kamu pejabat, terus ikut mobil saya, apa masuk gratifikasi? Coba baca gratifikasi itu apa? Saya kan salah satu pimpinan tim, ada kantor, namanya ikut saya. Jadi yang menyampaikan itu gratifikasi tolong dibaca lagi undang-undangnya," tukasnya.

Sumber : Detik.com

Situs Domino99

0 komentar