INILAH ! Bek Termahal KEDUA Di Dunia, Aymeric Laporte !!

Berita Akurat

Berita Akurat - Aymeric Laporte adalah Bek termahal kedua di Dunia saat ini, dirinya di rekrut dari Athletic Bilbao ke Manchester City. Impianya menjadi bek terbaik didunia semakin dekat.

Entah apakah karena kebanyakan duit atau memang benar-benar butuh, klub-klub papan atas Liga Primer Inggris memperlakukan bursa transfer Januari 2018 layaknya bursa transfer musim panas. Dengan entengnya, mereka berani menebus pemain incarannya dengan harga selangit.

Sebagai salah satu klub elite di Liga Primer, Manchester City jelas tidak mau ketinggalan kereta. Pada Senin (29/1) lalu, pemuncak klasemen Liga Primer itu mengaktifkan klausul pelepasan Aymeric Laporte dari Athletic Bilbao senilai £57 juta.

Jadilah Laporte sebagai pemain City termahal sepanjang sejarah, mengalahkan rekor sebelumnya milik Kevin De Bruyne (£55 juta)  dan menjadi bek termahal kedua di dunia, hanya kalah dari bek anyar Liverpool Virgil van Dijk (£75 juta) yang juga pindah pada Januari ini.

Kedatangan Laporte juga memastikan belanja transfer Pep Guardiola selama satu setengah tahun di Etihad Stadium sudah melebihi £400 juta! Hadirnya Laporte juga meneruskan kebiasaan City yang gemar membeli bek mahal. Sejak 2014, yang dimulai dengan pembelian Eliaquim Mangala, The Citizens total menghabiskan nyaris £300 juta hanya untuk membeli pemain belakang.

Guardiola tentu menyadari betapa pentingnya membangun tim dari belakang. Ibarat rumah, lini pertahanan adalah tiang pancang yang memastikan tegaknya bangunan. Semasa melatih Barcelona dan Bayern Munich, Guardiola beruntung memiliki deretan bek tangguh, namun hal ini tidak didapatkan di musim perdananya di City.

Sadar fondasi timnya rapuh, ia pun merombak lini defensif pada musim panas lalu. Investasi besar-besaran dilakukan dan hasilnya mulai tampak. Transfer Laporte ini menjadi penegasan revitalisasi lini belakang ala Guardiola, selain juga karena City memang sedang kekurangan amunisi di area ini akibat diganggu masalah klasik: cedera.

Saat ini, City bahkan tidak memiliki bek kiri sama sekali setelah Benjamin Mendy dan pengganti daruratnya, Fabian Delph, diterpa cedera. Sementara di sektor bek sentral, City praktis hanya bergantung pada fitnya Nicolas Otamendi dan John Stones, mengingat Vincent Kompany selalu cedera dan Mangala menjadi pilihan paling buntut.

Kendati berposisi utama sebagai bek sentral, Laporte juga bisa mengkover bek kiri jika dibutuhkan sebagaimana yang pernah dilakukannya semasa awal berkarier di Athletic. Tak salah apabila City menjatuhkan pilihan kepada Laporte. “Dia adalah bek sentral berkaki kidal yang sudah bermain di level tertinggi La Liga sejak usia muda,” kata Guardiola seperti dikutip di laman resmi klub.

“Dia kuat di udara, punya umpan berkualitas, berpengalaman, cepat, dan punya kemampuan teknis bagus. Dia datang kemari dalam usia yang sempurna, 23 tahun. Semoga dia bisa memiliki karier panjang di Manchester City,” imbuh sang manajer.

Baca Juga : Sampaoli : Mauro Icardi Hampir Tergoda Hengkang Ke Real Madrid

Seperti dikatakan Guardiola, Laporte memang punya pengalaman segudang meski usianya relatif hijau. Ia telah mengemas 222 penampilan dan 10 gol bersama Athletic. Laporte juga sempat membawa Athletic mengalahkan Barcelona di Piala Super Spanyol 2015, yang menjadi gelar pertama klub asal Basque itu dalam 31 tahun terakhir.

Lahir di Agen, kota kecil di selatan Prancis, Laporte memulai kariernya di klub lokal SU Agen dan di usia 15 tahun ia sudah dilirik Athletic. Usianya ketika itu belum mencukupi syarat untuk pindah ke Spanyol sehingga ia menghabiskan semusim di Prancis bersama Basconia sebelum bergabung dengan tim cantera Athletic.

“Datang sendiri ke Bilbao di usia 16 tahun, seorang bocah yang pemberani. Dia menunjukkan diri bisa beradaptasi meski masih sangat muda. Dia juga suka menjadi pemimpin. Hal-hal semacam ini akan membantunya ketika berkarier di Inggris,” tulis Endika Rio, jurnalis Mundo Deportivo, menyanjung mentalitas Laporte yang sudah terbentuk sejak dini.

Setelah menimba pengalaman di tim B Athletic dan CD Basconia, Laporte kemudian mencatatkan debutnya di tim senior Athletic pada 2012 di bawah arahan Marcelo Bielsa. Namanya makin meroket ketika diasuh Ernesto Valverde. Bersama pelatih yang kini menukangi Barcelona itu, Laporte tidak tergantikan di sektor belakang Los Leones. Namanya sempat masuk dalam Tim Terbaik La Liga 2013/14.

Di level internasional, Laporte menjadi langganan timnas junior Prancis. Akan tetapi, Laporte sempat menyulut kontroversi ketika mengancam akan membelot ke timnas Spanyol jika tidak dipanggil ke Euro 2016. Laporte lantas dicoret dan ketika bersiap mengurus kepindahannya ke timnas Spanyol, pelatih Prancis Didier Deschamps memanggilnya dalam partai kualifikasi Piala Dunia 2018 kontra Belanda dan Bulgaria pada Oktober 2017.

Sayang, Laporte tidak bermain di kedua laga itu dan hingga kini ia belum menjalani debutnya bagi Les Bleus. Itu artinya, secara teknis ia masih bisa membela Spanyol. Namun beberapa waktu lalu, Laporte sudah membatalkan niatnya untuk berseragam La Roja dan menegaskan komitmennya bagi Prancis.

Soal gaya bermain, mantan partnernya di lini belakang Athletic, Andoni Iraola, menggambarkan Laporte sangat cocok dengan filosofi Guardiola. “Dia suka memulai pergerakan dari belakang dan nyaman membawa bola ke depan. Itu yang paling menonjol darinya dan itu pula yang akan diminta City,” kata Iraola kepada iNews UK.

Laporte sendiri mengakui jika dirinya adalah bek dengan tipe ball-playing. “Sebagian besar permainan saya adalah membawa bola dari belakang ke depan. Di era sekarang, para bek melakukan hal ini lebih sering dari sebelumnya. Saya menghabiskan banyak waktu di sesi latihan untuk mengasah kemampuan menyerang dengan porsi sama seperti melatih kemampuan bertahan saya,” ungkap Laporte seperti dikutip FourFourTwo.

Namanya sangat sering disebut-sebut sebagai calon bek terbaik, kini Laporte selangkah lebih dekat menuju takdirnya itu dengan bantuan Guardiola dan City. Penampilan debutnya dengan turun 90 menit dalam kemenangan 3-0 kontra West Bromwich Albion, Kamis (1/2) dini hari WIB, menjadi awalan yang baik untuk sang bek termahal kedua di dunia.

Sumber : Goal.Id

0 komentar